Wednesday, November 11, 2020

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Roda Belakang (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya
sumber : autoevolution.com

Agar sebuah mobil dapat berjalan, maka tenaga dari mesin harus disalurkan ke roda. Nah, untuk menyalurkan tenaga tersebut tentunya perlu melalui beberapa komponen. Sederhananya tenaga disalurkan dari mesin menuju gearbox lalu lanjut ke gardan kemudian ke as roda.

Selanjutnya, terdapat beberapa sistem untuk menggerakkan roda mobil yang berdampak pada karakteristik berkendara dan handling. Sejauh ini ada 4 jenis sistem penggerak roda mobil yaitu, Rear Wheel Drive (RWD), Front Wheel Drive (FWD), Four Wheel Drive (4WD) dan All Wheel Drive (AWD). Setiap sistem penggerak tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, pada artikel ini penulis hanya membahas sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD).

Nah, apakah yang dimaksud dengan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD)?

Apa kelebihan dan kekurangannya?

Semua akan penulis bahas di bawah ini.

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya


Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive?


Rear Wheel Drive Layout
sumber : en.wikipedia.org

Sesuai dengan namanya Rear Wheel Drive (RWD) adalah sistem penggerak menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Sederhananya roda belakanglah yang menggerakkan mobil dan roda depan hanya berfungsi untuk mengarahkan mobil. Sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) populer digunakan sampai akhir tahun 90an. Setelah itu hingga sekarang banyak pabrikan menerapkan sistem penggerak Front Wheel Drive (FWD) pada mobil mereka.
Jadi, apakah sistem penggerak Front Wheel Drive (FWD) lebih baik daripada Rear Wheel Drive (RWD)? Tentu saja tidak karena setiap sistem penggerak roda punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk pertanyaan tersebut penulis akan menjawabnya pada bagian penutup. Nah, saat ini mari ketahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) di bawah ini

Apa Kelebihan Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) ?


Honda S2000 Terkenal Memiliki Keseimbangan Yang Baik
sumber : thenewswheel.com

Mampu Menahan Beban Yang Berat


Mobil-mobil dengan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) mampu menahan beban yang berat. Hal ini dikarenakan konstruksi penyaluran tenaga dari mesin ke roda yang sentral. Berkat penyaluran tenaga yang sentral, sehingga tenaga yang disalurkan dari mesin ke roda tetaplah besar meski bobot mobilnya berat.

Punya Keseimbangan Yang Baik


Keseimbangan mobil Rear Wheel Drive (RWD) juga terkenal bagus terutama saat berakselerasi dan pada kecepatan tinggi. Hal tersebut dikarenakan weight distribution yang baik antara bagian depan dengan belakang mobil.

Selain itu mobil Rear Wheel Drive (RWD) juga terkenal memiliki handling yang baik saat menikung. Oleh karena itu tidak mengherankan, jika sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) sering digunakan pada mobil sports maupun mobil mewah.

Berkat sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD), sehingga roda depan dan belakang memiliki tugasnya masing-masing. Roda belakang untuk menggerakkan dan roda depan untuk mengarahkan mobil. Hasilnya, grip ban jauh lebih baik saat menikung.

Khusus mobil yang memiliki layout RR (Rear Engine, Rear Wheel Drive) memiliki steering yang sangat responsif serta traksi roda belakang jadi meningkat. Karena bobot mobil lebih terpusat di belakang

Durabilitas Kaki-Kaki Lebih Tinggi


Mobil Rear Wheel Drive (RWD) memiliki kaki-kaki yang kuat serta kokoh. Hal tersebut dikarenakan tiap roda, yaitu depan maupun belakang memiliki tugas masing-masing. Tidak seperti mobil Front Wheel Drive (FWD) yang semua tugas dibebankan pada roda depan. Sehingga, tidak mengherankan kalau kaki-kaki terutama as roda mobil Rear Wheel Drive (RWD) jauh lebih awet meski sering melewati jalan yang jelek atau berlubang.

Desain sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) pun dibuat sangat sederhana, sehingga biaya perbaikan atau perawatannya lebih murah dibanding sistem penggerak lainnya. Selain itu, karena durabilitas yang tinggi membuat mobil Rear Wheel Drive (RWD) mampu membawa beban yang berat.

Oleh karena itu tidak mengherankan jika performa mobil Rear Wheel Drive (RWD) tetap bagus meski menggunakan mesin yang berat atau kapasitas yang besar. Hal tersebut terbukti dimana mobil Formula 1 yang punya kapasitas mesin besar menggunakan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD). Kemudian, performa mobil Rear Wheel Drive (RWD) di tanjakan lebih baik ketimbang mobil Front Wheel Drive (FWD).

Radius Putar Lebih Patah dan Power Steering Ringan


Salah satu keunggulain lain dari mobil Rear Wheel Drive (RWD) adalah radius putarnya yang lebih patah. Hal tersebut dikarenakan roda tidak terhalang oleh drive shaft dan ruas rotasi roda lebih luas.

Selain itu kerja power steering menjadi lebih ringan karena roda depan hanya bertugas untuk mengarahkan mobil. Tidak seperti mobil Front Wheel Drive (FWD) yang mana roda depan juga bertugas untuk menggerakkan mobil, sehingga beban kerja roda depan lebih berat. 

Lalu, Apa Kekurangan Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD)


Mazda RX7 FC Drifting
sumber : reddit.com

Bobot Mobil Cukup Berat


Meski desain sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) dibuat sangat sederhana. Namun, desain tersebut membutuhkan komponen yang lebih banyak. Sehingga, berdampak pada bertambahnya bobot mobil.

Nah, jika mobil bertambah berat otomatis konsumsi bahan bakar pun meningkat. Selain itu biaya produksi juga bertambah, sehingga tidak mengherankan kalau harga mobilnya mahal.

Ban Belakang Cepat Aus/Habis


Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pada sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) roda belakanglah yang memiliki tugas untuk menggerakkan mobil. Sehingga, wajar jika ban belakang lebih cepat aus atau habis. Karena menggerakkan mobil butuh tenaga yang besar dan gaya gesek pada ban juga tinggi.

Kabin Kurang Luas


Biasanya kabin pada mobil Rear Wheel Drive (RWD) memiliki tonjolan di tengahnya yang sedikit mengganggu ruang kaki, meskipun ada juga yang rata. Hal tersebut dikarenakan adanya terowongan di bawah mobil yang digunakan untuk tempat propeller shaft.

Selain itu kpasitas bagasi mobil Rear Wheel Drive (RWD) cenderung lebih sempit ketimbang mobil Front Wheel Drive (FWD). Karena di bawah bagasi terdapat gardan sehingga, kapasitas bagasi lebih sempit dan posisinya lebih tinggi.

Gampang Oversteer (Melintir)


Mobil Rear Wheel Drive (RWD) memang memiliki handling yang baik di kecepatan tinggi. Namun, lain halnya jika saat jalanan licin atau berpasir. Pada kondisi tersebut mobil Rear Wheel Drive (RWD) cenderung untuk "oversteer" karena roda belakang sebagai penggerak mobil kehilangan traksi.

"Oversteer" adalah sebuah kondisi mobil melintir yang mana bagian belakang mobil ngebuang ke sisi luar. Nah, jika kalian dapat mengendalikannya maka jadilah sebuah teknik mengemudi yang terkenal akan keindahannya yaitu "drifting" alias ngepot.

Namun, patut diingat tidak semua orang menguasai teknik drifting. Oleh karena itu pabrikan mobil melengkapi mobil mereka dengan teknologi "traction control" atau sejenisnya. Teknologi tersebut bertugas untuk meminimalisir risiko terjadinya "oversteer".

Penutup


Baiklah itu tadi penjelasan mengenai sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga penjalasan tersebut bisa menjadi referensi buat kalian yang ingin memiliki mobil. Kalau kalian ingin mobil performa dan durabilitas pilih mobil Rear Wheel Drive (RWD) dan jika ingin mobil yang ekonomis maka pilih mobil Front Wheel Drive (RWD).

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Load comments