Wednesday, November 11, 2020

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Roda Belakang (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya
sumber : autoevolution.com

Agar sebuah mobil dapat berjalan, maka tenaga dari mesin harus disalurkan ke roda. Nah, untuk menyalurkan tenaga tersebut tentunya perlu melalui beberapa komponen. Sederhananya tenaga disalurkan dari mesin menuju gearbox lalu lanjut ke gardan kemudian ke as roda.

Selanjutnya, terdapat beberapa sistem untuk menggerakkan roda mobil yang berdampak pada karakteristik berkendara dan handling. Sejauh ini ada 4 jenis sistem penggerak roda mobil yaitu, Rear Wheel Drive (RWD), Front Wheel Drive (FWD), Four Wheel Drive (4WD) dan All Wheel Drive (AWD). Setiap sistem penggerak tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, pada artikel ini penulis hanya membahas sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD).

Nah, apakah yang dimaksud dengan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD)?

Apa kelebihan dan kekurangannya?

Semua akan penulis bahas di bawah ini.

Wajib Tahu!! Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) Beserta Kelebihan Dan Kekurangannya


Apa Itu Sistem Penggerak Rear Wheel Drive?


Rear Wheel Drive Layout
sumber : en.wikipedia.org

Sesuai dengan namanya Rear Wheel Drive (RWD) adalah sistem penggerak menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Sederhananya roda belakanglah yang menggerakkan mobil dan roda depan hanya berfungsi untuk mengarahkan mobil. Sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) populer digunakan sampai akhir tahun 90an. Setelah itu hingga sekarang banyak pabrikan menerapkan sistem penggerak Front Wheel Drive (FWD) pada mobil mereka.
Jadi, apakah sistem penggerak Front Wheel Drive (FWD) lebih baik daripada Rear Wheel Drive (RWD)? Tentu saja tidak karena setiap sistem penggerak roda punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk pertanyaan tersebut penulis akan menjawabnya pada bagian penutup. Nah, saat ini mari ketahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) di bawah ini

Apa Kelebihan Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD) ?


Honda S2000 Terkenal Memiliki Keseimbangan Yang Baik
sumber : thenewswheel.com

Mampu Menahan Beban Yang Berat


Mobil-mobil dengan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) mampu menahan beban yang berat. Hal ini dikarenakan konstruksi penyaluran tenaga dari mesin ke roda yang sentral. Berkat penyaluran tenaga yang sentral, sehingga tenaga yang disalurkan dari mesin ke roda tetaplah besar meski bobot mobilnya berat.

Punya Keseimbangan Yang Baik


Keseimbangan mobil Rear Wheel Drive (RWD) juga terkenal bagus terutama saat berakselerasi dan pada kecepatan tinggi. Hal tersebut dikarenakan weight distribution yang baik antara bagian depan dengan belakang mobil.

Selain itu mobil Rear Wheel Drive (RWD) juga terkenal memiliki handling yang baik saat menikung. Oleh karena itu tidak mengherankan, jika sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) sering digunakan pada mobil sports maupun mobil mewah.

Berkat sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD), sehingga roda depan dan belakang memiliki tugasnya masing-masing. Roda belakang untuk menggerakkan dan roda depan untuk mengarahkan mobil. Hasilnya, grip ban jauh lebih baik saat menikung.

Khusus mobil yang memiliki layout RR (Rear Engine, Rear Wheel Drive) memiliki steering yang sangat responsif serta traksi roda belakang jadi meningkat. Karena bobot mobil lebih terpusat di belakang

Durabilitas Kaki-Kaki Lebih Tinggi


Mobil Rear Wheel Drive (RWD) memiliki kaki-kaki yang kuat serta kokoh. Hal tersebut dikarenakan tiap roda, yaitu depan maupun belakang memiliki tugas masing-masing. Tidak seperti mobil Front Wheel Drive (FWD) yang semua tugas dibebankan pada roda depan. Sehingga, tidak mengherankan kalau kaki-kaki terutama as roda mobil Rear Wheel Drive (RWD) jauh lebih awet meski sering melewati jalan yang jelek atau berlubang.

Desain sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) pun dibuat sangat sederhana, sehingga biaya perbaikan atau perawatannya lebih murah dibanding sistem penggerak lainnya. Selain itu, karena durabilitas yang tinggi membuat mobil Rear Wheel Drive (RWD) mampu membawa beban yang berat.

Oleh karena itu tidak mengherankan jika performa mobil Rear Wheel Drive (RWD) tetap bagus meski menggunakan mesin yang berat atau kapasitas yang besar. Hal tersebut terbukti dimana mobil Formula 1 yang punya kapasitas mesin besar menggunakan sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD). Kemudian, performa mobil Rear Wheel Drive (RWD) di tanjakan lebih baik ketimbang mobil Front Wheel Drive (FWD).

Radius Putar Lebih Patah dan Power Steering Ringan


Salah satu keunggulain lain dari mobil Rear Wheel Drive (RWD) adalah radius putarnya yang lebih patah. Hal tersebut dikarenakan roda tidak terhalang oleh drive shaft dan ruas rotasi roda lebih luas.

Selain itu kerja power steering menjadi lebih ringan karena roda depan hanya bertugas untuk mengarahkan mobil. Tidak seperti mobil Front Wheel Drive (FWD) yang mana roda depan juga bertugas untuk menggerakkan mobil, sehingga beban kerja roda depan lebih berat. 

Lalu, Apa Kekurangan Sistem Penggerak Rear Wheel Drive (RWD)


Mazda RX7 FC Drifting
sumber : reddit.com

Bobot Mobil Cukup Berat


Meski desain sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) dibuat sangat sederhana. Namun, desain tersebut membutuhkan komponen yang lebih banyak. Sehingga, berdampak pada bertambahnya bobot mobil.

Nah, jika mobil bertambah berat otomatis konsumsi bahan bakar pun meningkat. Selain itu biaya produksi juga bertambah, sehingga tidak mengherankan kalau harga mobilnya mahal.

Ban Belakang Cepat Aus/Habis


Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa pada sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) roda belakanglah yang memiliki tugas untuk menggerakkan mobil. Sehingga, wajar jika ban belakang lebih cepat aus atau habis. Karena menggerakkan mobil butuh tenaga yang besar dan gaya gesek pada ban juga tinggi.

Kabin Kurang Luas


Biasanya kabin pada mobil Rear Wheel Drive (RWD) memiliki tonjolan di tengahnya yang sedikit mengganggu ruang kaki, meskipun ada juga yang rata. Hal tersebut dikarenakan adanya terowongan di bawah mobil yang digunakan untuk tempat propeller shaft.

Selain itu kpasitas bagasi mobil Rear Wheel Drive (RWD) cenderung lebih sempit ketimbang mobil Front Wheel Drive (FWD). Karena di bawah bagasi terdapat gardan sehingga, kapasitas bagasi lebih sempit dan posisinya lebih tinggi.

Gampang Oversteer (Melintir)


Mobil Rear Wheel Drive (RWD) memang memiliki handling yang baik di kecepatan tinggi. Namun, lain halnya jika saat jalanan licin atau berpasir. Pada kondisi tersebut mobil Rear Wheel Drive (RWD) cenderung untuk "oversteer" karena roda belakang sebagai penggerak mobil kehilangan traksi.

"Oversteer" adalah sebuah kondisi mobil melintir yang mana bagian belakang mobil ngebuang ke sisi luar. Nah, jika kalian dapat mengendalikannya maka jadilah sebuah teknik mengemudi yang terkenal akan keindahannya yaitu "drifting" alias ngepot.

Namun, patut diingat tidak semua orang menguasai teknik drifting. Oleh karena itu pabrikan mobil melengkapi mobil mereka dengan teknologi "traction control" atau sejenisnya. Teknologi tersebut bertugas untuk meminimalisir risiko terjadinya "oversteer".

Penutup


Baiklah itu tadi penjelasan mengenai sistem penggerak Rear Wheel Drive (RWD) beserta kelebihan dan kekurangannya. Semoga penjalasan tersebut bisa menjadi referensi buat kalian yang ingin memiliki mobil. Kalau kalian ingin mobil performa dan durabilitas pilih mobil Rear Wheel Drive (RWD) dan jika ingin mobil yang ekonomis maka pilih mobil Front Wheel Drive (RWD).

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Thursday, October 8, 2020

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Torsi Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Torsi Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Torsi Pada Mobil
sumber : pixabay.com

Umumnya dalam membaca sebuah tenaga mobil kebanyakan orang hanya terpaku pada Horsepowernya saja. Selain itu yang umum kita dengar adalah sebutan "Pemuja Horsepower" untuk orang-orang yang dikit-dikit patokannya Horsepower. Padahal ada hal lain dalam tenaga mobil yang lebih penting dari Horsepower, yaitu Torsi. Namun, kebanyakan orang tidak memperhatikan hal tersebut. Entah karena tidak mengerti atau memang menyepelekannya.

Nah, kali ini penulis akan menjelaskan apa itu torsi dan seberapa penting perannya terhadap mobil. Yuk, disimak penjelasannya di bawah ini.

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Torsi Pada Mobil


Apa itu Torsi?


Kunci Torsi
sumber : themechanicdoctor.com

Torsi adalah momen putar atau gaya dorong yang dihasilkan oleh sebuah mesin. Sederhananya torsi adalah tenaga yang dikeluarkan mesin dari posisi mobil diam sampai bergerak. Sehingga, bisa dibilang fungsi utama torsi adalah untuk menggerakkan mobil karena tanpanya mobil akan diam saja.

Nilai torsi dihitung berdasarkan tenaga yang dihasilkan oleh crankshaft mobil. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai torsi adalah panjang langkah atau stroke piston. Semakin panjang stroke-nya maka torsi yang dihasilkan pun semakin besar dan sebaliknya.
Akselerasi mobil juga bertambah kencang bila memiliki torsi yang tinggi. Karena semakin tinggi laju mobil maka putaran mesin semakin cepat. Sehingga dibutuhkan torsi yang tinggi untuk dapat memutarnya dengan cepat. Selain itu dengan torsi yang tinggi membuat kalian bisa bermaneuver dengan lincah meski tidak menginjak penuh pedal gas.

Jenis mobil yang memiliki torsi besar biasanya adalah mobil dengan mesin diesel atau mobil dengan konfigurasi mesin "V". Tidak seperti mesin bensin, mesin diesel memiliki RPM yang tidak terlalu tinggi biasanya mentok di 4.000 RPM untuk mencapai redline. Sedangkan, mesin bensin bahkan bisa mencapai 9.000 RPM. Perbedaan ini dikarenakan torsi pada mesin bensin masuk saat RPM cukup tinggi lain halnya dengan mesin diesel yang mana torsinya masuk pada RPM bawah.

Satuan Ukur Torsi


Satuan Ukur Torsi
sumber : macsmotorcitygarage.com

Terdapat dua satuan ukur yang sering digunakan untuk mengukur torsi, yaitu Newton Meter (Nm) dan Pound Feet (lb-ft). Namun, satuan ukur yang sering digunakan adalah Newton Meter (Nm) yang mana hampir digunakan di semua negara. Sedangkan, Pound Feet (lb-ft) digunakan oleh Amerika Serikat dan juga Inggris.

1 Newton Meter (Nm) setara dengan 0,738 Pound Feet (lb-ft), sedangkan 1 Pound Feet (lb-ft) setara dengan 1,355 Newton Meter (Nm). Jadi, bisa disimpulkan bahwa satuan Newton Meter (Nm) memiliki nilai lebih besar dibanding Pound Feet (lb-ft).

Penutup


Jika dilihat di kehidupan sehari-hari peran torsi jauh lebih penting dibanding horsepower. Karena tanpanya mobil tidak dapat bergerak. Apalagi bagi mobil-mobil muatan yang bobotnya berat tentu sangat membutuhkan torsi yang tinggi.

Namun, kembali lagi torsi dan horsepower sama-sama hal penting pada mobil yang mana tergantung peruntukkannya. Mobil torsi besar biasanya dimiliki mobil-mobil muatan yang bobotnya berat. Sedangkan mobil dengan horsepower yang besar biasanya dimiliki mobil sport, supercar atau mobil balap karena dituntut untuk memiliki kecepatan yang tinggi.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Saturday, August 22, 2020

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Cruise Control Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Cruise Control Pada Mobil

Apa Yang Harus Kalian Ketahui Tentang Cruise Control Pada Mobil
sumber : mitsubishi-motors.co.id

Sepertinya fitur Cruise Control pada mobil keluaran sekarang sudah tidak asing lagi. Maraknya penambahan fitur tersebut pada mobil menandakan pesatnya perkembangan teknologi. Makin kesini fitur-fitur yang dimiliki sebuah mobil semakin banyak ada yang penting banget dan ada juga yang tidak.

Nah, salah satu fitur yang lagi nge-hits sekarang ini adalah fitur Cruise Control. Singkatnya Cruise Control adalah sebuh teknologi yang memungkinkan mobil kalian berjalan dengan kecepatan yang stabil tanpa menginjak pedal gas. Berkat teknologi ini tentunya membuat perjalanan jauh jadi tidak melelahkan. Sungguh sebuah inovasi teknologi yang canggih bukan? Namun, apa hanya itu? Sebenarnya apa itu Cruise Control? dan bagaimana cara kerja serta cara menggunakannya?

Untuk mengetahui itu semua, yuk diterusin bacanya karena penjelasan lebih lanjut mengenai Cruise Control akan dijelaskan di bawah ini.

Apa Yang Harus Kalian Ketahui tentang Cruise Control Pada Mobil


Apa Itu Cruise Control?


Fitur Cruise Control
sumber : oto.co.id

Cruise control adalah salah satu inovasi teknologi yang digunakan pada mobil. Cruise Control berfungsi untuk mengatur kecepatan mobil dengan stabil tanpa perlu menginjak pedal gas. Sehingga bisa juga dibilang dengan fitur Cruise Control mobil kalian tetap berjalan sendiri dengan stabil tanpa menginjak pedal gas. Cruise control juga terkadang disebut sebagai speed control atau autocruise.

Fitur Cruise Control juga sering dijadikan bahan untuk menaikkan gengsi alias pamer. Si pemilik memamerkan bahwa mobilnya mampu berjalan sendiri dengan stabil tanpa menginjak pedal gas. Padahal si pemilik mobil tersebut belum tentu ngerti cara menggunakannya.

Baik kita kembali lagi ke pembahasan.

Seperti yang kita ketahui dengan Cruise Control mobil kalian bisa jalan sendiri tanpa menginjak pedal gas. Namun, terdapat teknologi yang membuat fitur Cruise Control semakin canggih. Fitur tersebut bernama Adaptive Cruise Control (ACC). Dengan fitur ini mobil yang dalam mode Cruise Control dapat melakukan pengereman secara otomatis. Misal jika jarak mobil kalian dengan yang kendaraan yang ada di depan terlalu dekat maka mobil akan mengerem otomatis dan jika menjauh mobil pun akan berkaselerasi dengan sendirinya.

Meski telah menggunakan teknologi Adaptive Cruise Control (ACC) bukan berarti mengemudi dengan mengandalkan Cruise Control memberikan kemanan 100 persen. Kalian juga harus tetap waspada untuk menghindari kecelakaan karena kondisi jalanan yang tidak dapat ditebak. Terkadang ada kendaraan di depan yang mengerem mendadak atau kendaraan yang menyalip dengan sembarangan tanpa melihat kondisi. Dengan adanya Cruise Control berkendara dengan jarak yang jauh membuat tidak melelahkan. Selain itu Cruise Control sangat efektif digunakan pada perjalanan luar kota atau jalan bebas hambatan yang mana biasanya lalu lintas tidak padat.

Bagaimana Cara Kerja Cruise Control ?


Adaptive Cruise Control
sumber : mitsubishi-motors.ie

Cruise Control bekerja dengan memanfaatkan Electronic Control Unit (ECU) untuk mengendalikan posisi throttle, sehingga kecepatan mobil bisa diatur. Terdapat kabel di antara katup throttle dan aktuator yang mana kabel ini terhubung juga dengan pedal gas. Sehingga saat Cruise Control aktif, aktuator akan menarik kabel yang terhubung dengan pedal gas tadi. Jadi tidak mengherankan ketika Cruise Control aktif pedal gas kalian bisa naik turun dengan sendirinya.

Selain menggunakan kabel, aktuator pada beberapa mobil ada yang memanfaatkan kevakuman mesin untuk membuka atau menutup throttle. Sistem ini mengandalkan katup kecil yang dikendalikan secara elektronik untuk mengatur vakum.
Cruise control juga memanfaatkan sensor khusus dalam hal memantau kecepatan dan posisi throttle. 
Selain itu juga memanfaatkan sensor untuk melihat kecepatan yang ingin dicapai dan untuk menonaktifkannya. Berkat sistem tersebut kecepatan mobil saat mode Cruise Control tetap stabil sesuai kecepatan yang sudah di-set. Kecepatan tetap stabil tanpa memperhatikan beban kendaraan maupun medan tanjakan maupun turunan yang dilalui.

Sebagai contoh kalian men-set kecepatan mode Cruise Control 70 km/jam, namun kecepatan mobil kalian saat itu adalah 50 km/jam. Maka, sistem secara otomatis akan melakukan akselerasi hingga kecepatan mencapai 70 km/jam dan mempertahankannya.

Disaat melalui jalan menanjak yang mana akselerasi pastinya akan melambat. sistem pun secara otomatis menaikkan posisi throttle agar mencapai kecepatan yang sudah di-set. Begitu pun saat melalui jalan menurun yang mana akselerasi akan semakin cepat. Maka, sistem pun akan mengontrol posisi throttle dan mengatur udara yang masuk ke mesin, sehingga mobil seperti melakukan deselerasi hingga sesuai dengan kecepatan yang di-set.

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa, terdapat fitur dari Cruise Control yang mana mobil akan melakukan pengereman otomatis berdasarkan kecepatan dan jarak kendaraan yang ada di depan. Fitur tersebut bernama Adaptive Cruise Control (ACC).

Adaptive Cruise Control (ACC) bekerja juga dengan memanfaatkan sensor khusus yang umumnya dari laser. Sensor ini bertugas untuk mendeteksi jarak dan kecepatan dengan kendaraan yang ada di depan. Mobil akan mengerem ketika jarak mobil sudah terlalu dekat. Begitu juga ketika mobil mendeteksi jarak yang terlalu jauh dengan kendaraan di depannya, mobil akan menambah kecepatan hingga mencapai kecepatan yang kalian setting sebelumnya.

Bagaimana Cara Menggunakan Cruise Control ?


Menggunakan Cruise Control
sumber : practicalmechanic.com

Mengaktifkan Cruise Control sangatlah mudah karena tombol untuk mengaktifkan dan men-settingnya ada di setir semua. Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah kalian harus melaju mencapai kecepatan yang diinginkan. Saat kecepatan tercapai tekan tombol Cruise Control/Set kemudian kalian bisa mengatur batas kecepatannya dengan menekan tanda plus atau minus. Setelah Cruise Control mobil kalian aktif maka mobil kalian akan berjalan dengan sendirinya sesuai kecepatan yang kalian setting.

Kemudian, untuk menonaktifkan Cruise Control juga sangat mudah terdapat dua cara untuk menonaktifkannya. Pertama dengan menekan tombol cancel dan yang kedua adalah dengan menginjak pedal gas atau pedal rem. 

Terdapat kecepatan minimum yang harus dicapai untuk mengaktifkan Cruise Control. Masing-masing pabrikan pun memiliki kecepatan minimum yang berbeda-beda, namun umumnya adalah 40 km/h. Jika kecepatan mobil kalian di bawah kecepatan minimum maka Cruise Control tidak dapat diaktifkan. Hal tersebut memang diatur oleh pabrikan karena Cruise Control memang ditujukan untuk jalan bebas hambatan. Soalnya jika fitur Cruise Control juga dapat diaktifkan saat jalanan padat akan meningkatkan risiko kecelakaan.

Penutup

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Cruise Control mulai dari apa, cara kerja hingga bagaimana cara menggunakannya. Sebenarnya penggunaan fitur Cruise Control di Indonesia masih belum bisa diterapkan dengan maksimal. Mengingat kondisi jalanan di Indonesia yang padat hingga macet. Selain itu sikap pengendara yang masih suka sembarangan tidak memperhatikan rambu dan sekitarnya. Jadi, tidak mengherankan jika fitur Cruise Control hanya sekedar menaikkan gengsi semata.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Monday, August 10, 2020

Mengenal Mesin 4G63T, Mesin Andalan Mitsubishi Yang Melegenda

Mengenal Mesin 4G63T, Mesin Andalan Mitsubishi Yang Melegenda

Mengenal 4G63T, Mesin Andalan Mitsubishi Yang Melegenda
sumber : evo.co.uk

Mesin 4G63T merupakan salah satu mesin yang menjadi incaran car enthusiast dan termasuk mesin yang legendaris. Mesin 4G63T identik dengan lini andalan Mitsubishi dalam kategori sports car yakni Lancer Evolution. Wajar saja identik soalnya mesin 4G63T menjadi jantung pacu mulai dari Lancer Evolution I - IX. 

Nah, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa mesin ini menjadi incaran para car enthusiast. Lalu, mengapa mesin ini diincar? Tentunya karena banyak hal menarik soal mesin ini sehingga menjadi incaran. Yuk, kita bahas lebih lanjut mengenai mesin 4G63T di bawah ini.

Mengenal 4G63T, Mesin Andalan Mitsubishi Yang Melegenda


Sejarah


Mitsubishi Galant VR-4
sumber : japanesenostalgiccar.com

Mesin 4G63T termasuk keluarga mesin "Sirius" dari Mitsubishi yang diperkenalkan tahun 1980-an. Lini Mesin Sirius antara lain adalah 4G61, 4G62, 4G63, 4G63T, 4G64. Arti Huruf "T" pada mesin 4G63T adalah Turbo. Ya, mesin ini ditambah dengan turbo sehingga menjadi tambah kencang. 

Mesin 4G63T memiliki 4 silinder berkapasitas 2.000cc dengan Turbo. Meski identik dengan Mitsubishi Lancer Evolution, faktanya mesin ini sudah duluan terkenal digunakan pada Mitsubishi Galant VR-4 hanya saja tidak se-ikonik Lancer Evolution.

Selain Galant VR-4, mesin 4G63T juga pernah digunakan pada Mitsubishi Eclipse sebelum menjadi jantung andalan Lancer Evolution. Mesin 4G63T menjadi ikonik dengan Lancer Evolution karena menjadi jantung pacu mulai dari Lancer Evolution I-IX.

Mesin 4G63T terus digunakan pada Lancer Evolution dari Evo I-IX karena mesinnya sudah sangat bagus dan kuat. Selain itu mesin ini juga sangat cocok dengan Lancer Evolution.

Performa


Lancer Evolution VI Tommi Makinen Edition
sumber : evo.co.uk

Pada Lancer Evolution I mesin 4G63T mampu menghasilkan 247 HP. Mesin tersebut terbukti kuat dan sangat cocok dengan Lancer Evolution.

Sebagai bukti mesin yang tertanam di Lancer Evolution ini mampu menjadi juara World Rally Championship (WRC) sebanyak 4 kali berturut-turut (1996-1999) yang mana drivernya kala itu Tommi Makinen.

Saking tangguh dan bagusnya mesin ini dari tahun 1992-2007 Mesin 4G63T basenya tetap sama hanya dibutuhkan beberapa penyesuaian saja. Teknologi MIVEC andalan Mitsubishi pun baru digunakan pada mesin 4G63T Lancer Evolution IX.

Tenaga mesin ini dari pabrikan adalah sebesar 240-280 HP tergantung generasinya. Namun, bila dimodifikasi mesin ini sanggup memiliki tenaga lebih dari 1.000 HP.
Meski mesin ini kencang dan tangguh, namun tak menutup kemungkinan bahwa mesin ini juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah bobotnya yang lebih berat dibandingkan mesin 4 silinder alumunium biasa. Selain itu valvetrainnya bisa rusak jika menggunakan ground camshaft yang tidak tepat.

Durabilitas



Mesin 4G63T juga terkenal memiliki durabilitas yang sangat tinggi. Terbukti mesin ini mampu menahan tenaga lebih dari 1.000 HP. Hebatnya lagi mesin ini hanya berkapasitas 2.000cc dan memiliki 4 silinder saja.

Mesin 4G63T bisa memiliki durabilitas yang sangat tinggi karena menggunakan Iron Block,  Forged Steel Crankshaft, Cast Alumunium Piston. Selain itu mesin ini juga menggunakan High Flowing Alumunium Head dan Dua Balance Shaft. 

Penutup

Nah, itu tadi pengenalan mengenai mesin 4G63T yang legendaris dari Mitsubishi. Mesin termasuk mesin favorit bagi yang mencintai kecepatan. Selain itu support produk aftermarket yang tersedia juga masih banyak. Sehingga memudahkan kalian untuk melakukan modifikasi. Mesin ini juga termasuk mesin favorit penulis. Jadi, apakah mesin 4G63T termasuk favorit kalian juga?

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Tuesday, July 28, 2020

Mengenal Mesin 2JZ, Mesin Favorit Para Penggila Kecepatan

Mengenal Mesin 2JZ, Mesin Favorit Para Penggila Kecepatan

Supra Mk. IV A80
sumber : motortrend.com

Bila kalian pernah menonton film "The Fast and The Furious" pastinya tidak asing dengan mobil Toyota Supra Mk. IV (A80) yang dipakai oleh Brian O'Conner. Pada film tersebut Toyota Supra Mk. IV (A80) sangat-sangat kencang sampai bisa mengasapi Ferrari. Nah, pertanyaannya apakah itu hanya karena di "film" atau Toyota Supra Mk. IV (A80) memang benar-benar kencang?

Jawabannya adalah YA, Toyota Supra Mk. IV (A80) memang sebuah mobil yang spesial karena yang menjadi  jantungnya adalah sebuah mesin yang juga spesial. Mesin apakah yang menjadi jantung dibalik super kencangnya Toyota Supra Mk. IV (A80)?

Dia adalah Mesin 2JZ dari Toyota. Sebuah mesin spesial yang mana sangat populer di dunia terlebih bagi para penggila kecepatan. Nah, apakah yang membuat mesin ini menjadi spesial? Apa karena tenaganya yang besar atau banyak hal lain yang membuatnya menjadi spesial?

Yuk, kita bahas mesin 2JZ dari Toyota lebih lanjut karena banyak hal menarik yang membuatnya spesial.

Mengenal 2JZ Mesin Favorit Para Penggila Kecepatan


Sejarah


Mesin 2JZ-GTE
sumber : motortrend.com

Pada awal tahun 1990-an industri otomotif Jepang memang lagi jaya-jayanya. Oleh karena itu banyak mobil Jepang yang diproduksi pada era tersebut, kemudian menjadi sebuah ikon otomotif.

Hal itu tidak terlepas dari desain mobilnya yang unik dan keren bahkan tidak kalah dengan desain mobil zaman sekarang. Selain desain yang bagus mesin yang menjadi jantung mobil-mobilnya pun spesial. Nah, salah satu mesin yang spesial tersebut adalah mesin 2JZ dari Toyota.

Mesin 2JZ diproduksi dari tahun 1991 sampai dengan 2007 memiliki layout inline 6 silinder dengan kapasitas 3.000 cc. Mesin 2JZ merupakan pengembangan dari pendahulunya yaitu 1JZ berkapasitas 2.500cc yang menjadi jantung Toyota Chaser dan Supra Mk. III (A70).
Ketika berbicara mengenai mesin 2JZ pasti yang terbayang adalah mobil Toyota Supra Mk. IV (A80). Padahal 2JZ pertama kali digunakan di Toyota Aristo dan mobil-mobil Toyota lainnya. Mesin 2JZ memiliki 3 varian yaitu 2JZ-GE, 2JZ-GTE dan 2JZ-FSE. Mesin 2JZ sering menjadi andalan para pembalap karena memiliki tenaga yang besar dan durabilitas yang tinggi. Sehingga cocok untuk balapan drag race, drifting, Pikes Peak hingga Le Mans 24 hours.

Tidak hanya karena tenaga yang besar dan durabilitasnya yang tinggi. Tetapi juga karena harganya yang relatif lebih murah dibanding mesin lain di kelasnya. Selain itu komponen racingnya pun masih mudah untuk ditemukan. Sehingga tidak mengherankan 2JZ lebih populer dibanding mesin ikonik dari Jepang lainnya seperti RB26DETT, SR20DET, 13B, F20 dan 4G63T.

Performa


Supra A80 Drifting
sumber : pixabay.com

Mesin 2JZ memiliki performa yang luar biasa. 2JZ mampu menyemburkan tenaga sebesar 800 HP untuk varian Turbo dan itupun mesinnya masih stock. Ingat ya! tenaga segitu posisi mesin masih stock lho.

2JZ-GE

Mesin 2JZ-GE merupakan versi standar dari lini mesin 2JZ yang dapat menghasilkan tenaga 215–230 HP pada 5800-6000 RPM dan torsi 283–298 Nm pada 4800-5800 RPM. Silinder blok 2JZ-GE terbuat dari cast-iron dan head dari alumunium.

Mesin 2JZ-GE menggunakan Sequential Electronic Fuel Injection dan memiliki 4 katup per silinder. Pada tahun 1997 teknologi VVT-i diaplikasikan ke semua lini mesin 2JZ, namun terdapat kekurangan pada varian 2JZ-GE yakni pada connecting rods-nya yang lebih lemah.

Mobil Toyota yang menggunakan mesin 2JZ-GE antara lain adalah Toyota Aristo, Toyota Altezza AS300, Toyota Chaser, Lexus IS300, Toyota Supra, Toyota Crown, Toyota Mark II, Toyota Soarer dan lain-lain.

2JZ-GTE

Mesin 2JZ-GTE adalah varian 2JZ yang memiliki tenaga paling besar dan menjadi favorit banyak orang di antara varian 2JZ lainnya. 2JZ-GTE dapat menghasilkan tenaga 320HP. 2JZ-GTE dibuat untuk melawan RB26DETT yang sukses besar sejak awal perilisannya. 

Terdapat "Gentleman's Agreement" sehingga Toyota mengklaim bahwa 2JZ-GTE hanya menghasilkan 280HP, padahal sejatinya mampu menghasilkan 320HP.

2JZ-GTE dapat menghasilkan torsi sebesar 427 Nm. Akselerasinya pun sangat mengagumkan 0-100 km/h dapat dicapai di bawah 5 detik hanya dengan kondisi mesin stock pabrikan.

Mesin 2JZ-GTE juga memiliki versi export yang mana memiliki tenaga lebih besar dari versi Jepang. Hal tersebut dikarenakan turbocharger baru yang terbuat dari stainless steel, camshaft baru serta injector yang lebih besar. Sedangkan pada versi Jepang turbochargernya berbahan keramik. Dan debit Injectornya pun lebih sedikit yakni 450cc/menit dibanding versi export yang debit injectornya 550cc/menit.
Twin-Turbo 2JZ-GTE bekerja secara sequential yang artinya turbo tekanan rendah akan bekerja di putaran bawah. Sedangkan saat putaran tinggi maka akan memakai boost yang lebih tinggi.

Pada dasarnya 2JZ-GTE menggunakan 2JZ-GE sebagai basis. Engine block, connecting rod dan crankshaft nya sama. Hanya saja yang membedakannya adalah pada penggunaan sequential twin turbochargers dan air-to-air side-mounted intercoolernya.

2JZ-FSE

Terakhir adalah varian 2JZ-FSE yang juga berkapasitas 3.000cc dan sudah menggunakan direct injection. Sistem injeksi tersebut sama dengan pendahulunya yaitu mesin 1JZ-FSE, hanya saja rasio kompresi yang dihasilkan lebih tinggi yakni 11,3:1.

Tenaga yang dihasilkan pun sama seperti 2JZ-GE yang sudah menggunakan teknologi VVT-i yaitu sebesar 217 HP dan torsi sebesar 294Nm. Mesin 2JZ-FSE selalu digunakan pada mobil yang bertransmisi otomatis sebagai contoh Toyota Crown, Toyota Progres dan lain-lain.

Durabilitas


2JZ-GTE Al Anabi Performance
sumber : fullboost.com.au

Daya tahan mesin 2JZ sungguh luar biasa sampai ada yang menyebutnya sebagai mesin "badak" hingga "anti peluru". Sebutan itu bukanlah isapan jempol semata. Blok mesin terutama varian 2JZ-GTE sangat solid dan tidak sembarangan buat. Materialnya sangat tebal sehingga mampu menahan besarnya tenaga hingga 2.000 HP!!!

Selain blok mesin yang super kuat, crankshaft dan main bearing 2JZ-GTE juga sangat tinggi durabilitasnya. Desain bukaan katup dan pistonnya menggunakan sistem no-interference yang mana apabila timing belt putus maka mesin tidak akan rusak. Timing belt 2JZ-GTE sendiri pun tidak akan slip selama dilakukan penggantian secara berkala. 

Terdapat mekanisme penyemprot oli dari dinding silinder yang bekerja pada RPM tinggi untuk mendinginkan piston. Mekanisme ini menjaga mesin tetap awet meski sering dipaksa menyentuh redline. Untuk mendukung mekanisme tersebut pompa oli dan sistem pendingin bawaan pabrik saja mampu menahan tenaga sebesar 1.000 HP lho.

Meski Toyota merekomendasikan tenaga maksimal dari 2JZ-GTE adalah 320 HP. Namun, tanpa perlu mengutak-atik mesin, 2JZ-GTE mampu menyemburkan tenaga hingga 800 HP dan mesin tidak rentan jebol. Lebih gilanya lagi di Qatar terdapat Supra milik Al Anabi Performance yang bermesin 2JZ-GTE mampu menghasilkan tenaga 2.000 HP!!! dan yang hebatnya lagi mesin tersebut tidak jebol!!!

Untuk mendapatkan tenaga 2.000 HP dibutuhkan banyak perubahan besar pada mesin seperti camshaft yang lebih besar, port and polish, pompa bahan bakar yang lebih kuat dan lain-lain. Selain itu Al Anabi Performance menggunakan turbo raksasa sebesar 98mm dengan tekanan 5.8 Bar.

Penutup

Nah, begitulah kira-kira kenapa mesin 2JZ menjadi favorit. Tenaga besar dan durabilitas yang sangat tinggi tentunya sebuah kombinasi yang diinginkan setiap penggila kecepatan. Sungguh tidak mengherankan jika hingga sekarang mesin 2JZ tetap populer dan diminati meski sudah ada dari tahun 1991. mesin 2JZ merupakan rival dan termasuk jajaran mesin dari Jepang yang legendaris dan populer seperti mesin Nissan RB26DETT yang sama-sama banyak diminati. Setelah mengenal mesin 2JZ apakah kalian tertarik untuk melakukan swap engine?

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Thursday, May 7, 2020

Car Engineering - Penjelasan Singkat Berbagai Macam Satuan Ukur Tenaga Mesin Mobil

Car Engineering - Penjelasan Singkat Berbagai Macam Satuan Ukur Tenaga Mesin Mobil

Car Engineering - Penjelasan Singkat Berbagai Macam Satuan Ukur Tenaga Mesin Mobil
sumber : themotorhood.com

Pernahkah kalian membaca majalah otomotif atau brosur mobil yang terdapat spesifikasi mobil di dalamnya. Pastinya pada spesifikasi tenaga mesin kalian menemukan satuan ukur contohnya seperti 104 HP atau 105 PS@6000 RPM. Mungkin kalian masih bingung apa itu HP atau PS dan apa perbedaannya?

Untuk kalian ketahui bahwa satuan ukur tenaga mesin mobil tidak hanya HP atau PS tetapi masih ada lainnya. Nah, oleh karena itu kali ini penulis akan menjelaskan secara singkat mengenai berbagai macam satuan ukur tenaga mesin mobil di bawah ini.

Penjelasan Singkat Berbagai Macam Satuan Ukur Tenaga Mesin Mobil


HP (Horsepower)


Mitsubishi Lancer Evolution IX
sumber : hagerty.com

HP merupakan singkatan dari Horsepower yang mana merupakan satuan ukur yang menggambarkan kinerja sebuah mesin yang sudah digunakan sejak lama. Satuan ukur tersebut diberi nama Horsepower oleh seorang ilmuwan Skotlandia bernama James Watt. Mengapa diberi nama Horsepower? karena pada zaman dulu atau akhir tahun 1700-an mesin uap sudah mulai banyak digunakan yang mana sebelumnya masih mengandalkan tenaga kuda. Oleh karena itu untuk mengetahui tenaga sebuah mesin uap adalah dengan membandingkannya dengan tarikan seekor kuda.

Untuk penghitungannya sebagai contoh 1 Horsepower sama dengan 33.000 kaki-pounds per menit. Sebagai gambaran 1 Horsepower adalah jika seekor kuda mengangkat beban 33.000 pounds sejauh satu kaki dalam satu menit atau 550 pounds per detik. Hasil penghitungan Horsepower pada zaman dulu masih sangat relatif, oleh karena itu hasil dari penghitungan dengan hasil di lapangan kerap berbeda.

Kemudian, penggunaan Horsepower pada tenaga mesin mobil adalah berdasarkan tenaga sebuah mesin yang telah disalurkan ke ban. Namun, penghitungan seperti ini tidak menggambarkan tenaga asli dari sebuah mesin mobil tersebut. Dikarenakan adanya power loss dari bobot mobil, penumpang, gesekan ban, gearbox transmission dan lain-lain.

BHP (Brake Horsepower)


Toyota Camry
sumber : blog.toyota.co.uk

BHP merupakan singkatan dari Brake Horsepower, ingat ya bukan British Horsepower. Satuan BHP disebut Brake Horsepower karena alat pengukurnya yaitu dynamometer tidak hanya mengetes tenaga mesin saja. Tetapi juga pada rem yang diaplikasikan pada crankshaft untuk mengukur torsi di sekian RPM.

Tidak seperti satuan mesin lainnya yang melakukan penghitungan dari putaran roda. Brake Horsepower mengukur langsung di crankshaft, sehingga tidak ada power loss saat pengukuran yang diakibatkan gesekan ban, gearbox transmission, bobot mobil dan penumpang. Jadi, bisa dibilang satuan ukur paling akurat dalam menghitung tenaga asli sebuah mesin adalah Brake Horsepower.

kW (Kilowatt)


Toyota Prius Prime
sumber : extremetech.com


kW adalah singkatan dari Kilowatt dan satuan ukur ini jarang digunakan untuk mengukur tenaga sebuah mesin mobil. Sejauh ini negara yang terkenal menggunakan satuan Kilowatt untuk mengukur tenaga mesin mobil adalah Afrika Selatan dan Australia. Saat ini satuan Kilowatt lebih sering digunakan untuk mengukur tenaga mesin mobil hybrid.

Sejatinya satuan Kilowatt adalah satuan ukur untuk besaran tenaga yang disepakati secara internasional. Namun, jarang digunakan karena sejak lama satuan tenaga mobil yang sering digunakan adalah Horsepower atau Brake Horsepower. Selain itu konversi Horsepower ke Kilowatt membuat angkanya terlihat kecil sebagai contoh 300 Horsepower menjadi 223 Kilowatt, sehingga membuat orang awam merasa tenaga mobilnya biasa saja. Sebagai informasi 1 Horsepower sama dengan 0,746 Kilowatt.
baca juga : Mengenal Nissan Skyline GT-R Nismo 400R, Mobil Lini Skyline Paling Langka di Dunia

DK (Daya Kuda)


DK adalah singkatan dari Daya Kuda, satuan ukur DK sama persis penghitungannya dengan Horsepower. Bisa dibilang Daya Kuda adalah nama lain dari Horsepower hanya saja menggunakan bahasa Indonesia.

PS (Pferdestarke)


BMW E30
sumber : id.wikipedia.org

PS adalah singkatan dari Pferdestarke yang artinya tenaga kuda dalam bahasa Jerman. Meski memiliki arti yang sama bukan berarti penghitungan Pferdestarke sama dengan Horsepower. Penghitungan Pferdestarke berbeda dengan Horsepower, sehingga hasilnya pun berbeda walau hanya sedikit.

Dalam konversi satuan nilai Pferdestarke sedikit lebih tinggi daripada satuan ukur lainnya seperti Horsepower dan Kilowatt. Sebagai contoh 1 PS = 0,9863 HP dan 1 PS = 0,7354 kW. Satuan ukur Pferdestarke sering digunakan di Indonesia dan Jepang.

PK (Paardenkracht)


PK merupakan kepanjangan dari Paardenkracht yang artinya juga tenaga kuda dalam bahasa Belanda. Nah, Jika Daya Kuda sama dalam hal penghitungan dengan Horsepower kali ini Paardenkracht sama penghitungannya dengan Pferdestarke. Paardenkracht pun hanya digunakan di negara asalnya yaitu Belanda.

Penutup

Nah, itu tadi berbagai macam satuan ukur tenaga mesin mobil. Semoga saja penjelasan yang singkat ini dapat kalian mengerti dan menambah wawasan kalian.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Saturday, December 28, 2019

Car Engineering - Mengenal Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya

Car Engineering - Mengenal Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya

Mengenal Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya
sumber : jpdjapan.com

Mesin merupakan sebuah jantung bagi mobil. Karena tanpanya, mobil hanyalah seperti sebuah tumpukan besi. Selain itu fungsi utama mobil sebagai alat transportasi pun hilang. Terdapat berbagai jenis mesin mobil yang bisa dibagi berdasarkan beberapa kategori. Mulai dari berdasarkan konfigurasi, bahan bakar, jumlah stroke dan ada juga yang berdasarkan sistem forced induction. Namun, kali ini penulis akan membahas jenis-jenis mesin berdasarkan konfigurasinya. Baiklah langsung saja pengenalan jenis-jenis mesinnya di bawah ini.

Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya


Mesin Inline

Mitsubishi 4G63 Engine
sumber : pinterest.com

Mesin jenis ini merupakan jenis mesin yang paling banyak digunakan produsen mobil. Seperti namanya mesin inline memiliki penempatan silinder dan piston yang sejajar. Pada mesin inline posisi silinder berada di atas crankshaft dan kebanyakan menggunakan single exhaust manifold. Saat ini jenis mesin inline yang umum beredar di pasaran adalah mesin inline yang memiliki empat atau 6 silinder. Namun, mesin inline dengan tiga silinder juga mulai populer seiring banyaknya mobil-mobil kelas LCGC (Low Cost Green Car).

Kelebihan

Mesin inline memiliki kelebihan dari bentuknya yang compact serta ringan karena tidak terlalu banyak moving parts. Konsumsi bahan bakar pun menjadi lebih efisien karena memiliki bobot yang ringan.

Selain itu yang paling penting adalah biaya produksi mesin ini sangat ekonomis serta mudah dalam hal perawatan. Mesin inline juga termasuk konfigurasi mesin favorit para tuner karena mudah untuk dituning.

Kekurangan

Mesin inline memiliki kekurangan dalam hal terbatasnya jumlah volume dan silinder. Untuk volume biasanya maksimal 2.5-3.0L dan jumlah silinder biasanya mentok sampai enam. Soalnya ruang mesin mobil jadi panjang jika memiliki silinder lebih dari enam. Mesin inline juga mempunyai center of gravity yang tinggi, sehingga berdampak pada handling mobil.

Contoh

Banyak mesin inline yang populer akan performa dan ketangguhannya seperti 2JZ, RB26DETT, B16, 4A-GE, 4G63T dan masih banyak lainnya.

Mesin V

Toyota UR Engine V8
sumber : wikipedia.org

Mesin V identik dengan mobil-mobil sport maupun supercar. Karena konfigurasi mesin ini mampu memiliki silinder dari enam hingga dua belas!!

Secara logika makin banyak silindermya berarti makin kencang dan makin boros bahan bakarnya. Sesuai dengan namanya mesin V memiliki layout berbentuk huruf V.

Besaran sudut huruf V pada mesin ini berbeda-beda tergantung produsennya. Namun, pada umumnya mesin V yang digunakan untuk performance memiliki sudut sebesar 90 derajat. Tidak seperti mesin inline, mesin V memiliki dua exhaust manifold.

Kelebihan

Mesin V memiliki bentuk yang compact serta dengan layout mesin berbentuk huruf V mampu memaksimalkan luas ruang mesin. Jumlah silinder dan volume yang dimiliki mesin V pun lebih besar dibandingkan mesin inline.

Berkat Piston yang bekerja di masing-masing sisi, maka torsi yang dihasilkan pun besar khususnya pada RPM rendah. Jadi, bisa disimpulkan mesin V adalah mesin yang powerful maka tak mengherankan jika sering di pakai mobil-mobil sport maupun supercar.

Kekurangan

Dibalik powerfulnya mesin V ternyata tetap saja masih memiliki kekurangan. Karena mampu memiliki jumlah silinder yang banyak otomatis bobot mesin ini menjadi lebih berat.

Moving parts pada mesin V juga lebih banyak dibandingkan mesin inline, sehingga biaya pembuatan dan perawatannya menjadi lebih mahal.

Contoh

Kode mesin pada mesin V tidaklah serumit dan sebanyak mesin inline. Contoh mesin V yang populer adalah mesin V6, V8, V10 dan V12. Angka yang ada dibelakang huruf V menunjukkan jumlah silinder pada mesin mudah sekali bukan.

baca juga : Inilah Langkah Mudah Dan Aman Untuk Mencuci Ruang Mesin Mobil Kalian

Mesin Rotary/Wankel

Mazda Rotary Engine
sumber : motor1.com 

Mesin Rotary adalah mesin mobil paling simpel ditambah dimensi yang compact. Meski memiliki bobot yang ringan, mesin ini mampu menyemburkan tenaga yang besar.

Ringan, simpel dan unik.

Ya, mesin rotary ini unik soalnya tidak menggunakan piston melainkan rotor. Jumlah rotor yang digunakan mulai dari 1 hingga 4. Rotor memiliki bentuk segitiga sama sisi, oleh karena itu terkadang mesin rotary disebut doritos (keripik jagung yang bentuknya segitiga). Mesin ini juga kadang disebut mesin wankel berdasarkan nama penemu mesin ini yaitu Felix Wankel.

Mesin rotary memiliki suara khas "brapp brapp" yang banyak disukai para "petrolhead".

Mesin rotary memanfaatkan rotor yang terhubung dengan crankshaft di dalam housing. Sama seperti mesin lainnya mesin rotary memiliki 4 stroke, yakni intake, kompresi, ledakan dan terakhir pembuangan sisa pembakaran.

Kelebihan

Kelebihan dari mesin rotary antara lain adalah ukurannya yang compact dengan bobot yang ringan. Moving parts mesin rotary pun sedikit sehingga murah dalam biaya pembuatannya.

Hanya dengan moving parts dan bobot yang ringan, tenaga yang dihasilkan sungguh besar. Mesin rotary juga termasuk mesin high rev yang mana memiliki RPM yang tinggi dibanding mesin piston.

Kekurangan

Meski mesin ini tenaganya besar, tetapi mesin rotary merupakan mesin yang kurang durable dan haus oli.

Emisi gas buang mesin rotary juga tinggi, karena oli disuntikkan ke dalam housing rotor sehingga oli pun ikut terbakar. Selain itu mesin rotary memiliki kompresi yang rendah, sehingga bahan bakar tidak terbakar sempurna. Hal ini tidak hanya berdampak pada emisi gas tetapi juga efisiensi dalam penggunaan bahan bakar.

Sealing dari mesin rotary juga rentan dikarenakan perbedaan temperatur pada housing. Oleh karena itu mesin rotary disarankan untuk direbuild ulang dalam jangka waktu tertentu.

Karena begitu ringkihnya mesin ini banyak produsen mobil enggan untuk mengembangkan dan menggunakannya. Hanya Mazda satu-satunya produsen mobil yang sukses mengembangkan dan menggunakan mesin ini. Namun, akhirnya Mazda menyerah juga pada tahun 2012 yang mana merupakan tahun terakhir Mazda menggunakan mesin rotary.

Contoh

Untuk contoh dimulai dari kesuksesan Mazda RX 3, hingga yang paling ikonik RX-7 dan sebagai pengguna mesin rotary terakhir yakni Mazda RX-8.

Mesin Boxer

Subaru Boxer Engine
sumber : subaru.com

Mesin Boxer juga tidak kalah unik dari mesin rotary. Mesin Boxer tetap menggunakan piston, hanya saja yang membuatnya unik adalah posisi silindernya. Posisi silinder mesin boxer adalah horizontal, tidak seperti mesin mobil lain yang posisi silindernya vertikal.

Terdapat kesalahan di kalangan umum yang mana menyebut mesin boxer dan mesin flat sama. Sebenarnya mesin boxer dan flat memang mirip tetapi tidak benar-benar sama.

Mesin Boxer memakai satu crankpin untuk setiap silindernya, sedangkan mesin flat memakai satu crankpin untuk satu pasang silinder. Pergerakan pistonnya pun berbeda pada mesin boxer piston yang berhadapan bergerak mendekat dan menjauh satu sama lain. Karena pergerakan pistonnya seperti petinju yang sedang beradu pukul, sehingga mesin ini disebut mesin boxer. Sedangkan pada mesin flat piston yang berhadapan bergerak secara beriringan.

Efek dari posisi silinder yang horizontal membuat mesin boxer menjadi lebar, tetapi posisi mesin bisa sangat rendah.

Kelebihan

Karena mesin boxer bisa ditempatkan sangat rendah, maka center of gravity juga ikut rendah. Dampaknya adalah kestabilan dan handling yang sangat baik.

Tarikan mesin boxer juga terkenal smooth karena beban pada crankshaft yang ringan.

Kekurangan

Efek dari posisi silinder yang horizontal, maka mesinnya pun menjadi lebar. Mesin boxer juga termasuk jenis mesin yang rumit perawatannya, apalagi jika ruang mesinnya sempit.
Tarikan dari mesin boxer memanglah smooth, tetapi mesin boxer memiliki suara yang kasar. Suara ini sudah menjadi ciri khas seperti halnya mesin rotary, suara yang kasar tersebut disukai para petrolhead.

Contoh

Mesin boxer terkenal digunakan oleh Subaru dan Porsche, seperti Toyota GT86/ Subaru BRZ, Subaru WRX STI, Subaru Outback Sport, Porsche 911, 718 Cayman dan lainnya.

Mesin W

Bugatti W16 Engine
sumber : bugatti..com

Sama halnya dengan mesin rotary, mesin W termasuk mesin yang jarang digunakan. Saat ini hanya VW Group yang mengembangkan serta menggunakan mesin W.

Seperti dengan namanya mesin W memiliki layout berbentuk huruf W.  Mesin W memiliki beberapa desain yang mana pada awalnya mesin W memiliki tiga deretan silinder (cylinder banks) dengan satu crankshaft. Namun, saat ini desain mesin W yang paling banyak digunakan adalah mesin W empat cylinder banks dengan satu sampai dua crankshaft. 

Kelebihan

Mesin W memiliki kelebihan dalam jumlah silinder yang dimiliki bisa sangat banyak hingga delapan belas silinder!

Istimewanya lagi meski jumlah silindernya banyak namun bentuk mesin ini tetap compact. 

Kekurangan

Mesin W termasuk mesin yang kompleks atau rumit, sehingga dari segi biaya pembuatan dan perawatannya jadi mahal. 

Karena memiliki silinder yang banyak otomatis bobot mesin W menjadi sangat berat. Selain bobotnya jadi sangat berat, jumlah silinder yang banyak pada bentuk mesin yang compact membuat mesin menjadi sangat panas saat bekerja.

Contoh

Sejauh ini mesin W hanya digunakan oleh VW Group. Mesin W8 digunakan di VW Passat. Mesin W12 digunakan pada VW Phaeton, VW Touareg, Audi A8, dan Bentley Continental GT.

Mesin "monster" W16 menjadi jantung dari dua hypercar Bguatti Veyron dan Chiron. Kemudian, untuk mesin W18 sejauh ini hanya pernah digunakan untuk mobil konsep.

Penutup

Nah, itulah beberapa jenis mesin mobil berdasarkan konfigurasinya. Sejauh ini mesin inline masih menjadi primadona terbukti dengan banyaknya mobil dengan mesin inline yang beredar di jalanan. Mesin favorit penulis pun mesin inline terutama mesin 4A-GE yang digunakan Corolla AE86 dan 4G63T yang digunakan pada seri Lancer Evolution. Lalu, bagaimana dengan kalian? Mesin apa yang jadi favorit kalian silakan tulis di kolom komentar ya.

Terima kasih sudah berkunjung 😁