Monday, August 10, 2020

Mengenal Mesin 4G63T, Mesin Andalan Mitsubishi Yang Melegenda

Mengenal Mesin 4G63T, Mesin Andalan Mitsubishi Yang Melegenda

Mengenal 4G63T, Mesin Andalan Mitsubishi Yang Melegenda
sumber : evo.co.uk

Mesin 4G63T merupakan salah satu mesin yang menjadi incaran car enthusiast dan termasuk mesin yang legendaris. Mesin 4G63T identik dengan lini andalan Mitsubishi dalam kategori sports car yakni Lancer Evolution. Wajar saja identik soalnya mesin 4G63T menjadi jantung pacu mulai dari Lancer Evolution I - IX. 

Nah, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa mesin ini menjadi incaran para car enthusiast. Lalu, mengapa mesin ini diincar? Tentunya karena banyak hal menarik soal mesin ini sehingga menjadi incaran. Yuk, kita bahas lebih lanjut mengenai mesin 4G63T di bawah ini.

Mengenal 4G63T, Mesin Andalan Mitsubishi Yang Melegenda


Sejarah


Mitsubishi Galant VR-4
sumber : japanesenostalgiccar.com

Mesin 4G63T termasuk keluarga mesin "Sirius" dari Mitsubishi yang diperkenalkan tahun 1980-an. Lini Mesin Sirius antara lain adalah 4G61, 4G62, 4G63, 4G63T, 4G64. Arti Huruf "T" pada mesin 4G63T adalah Turbo. Ya, mesin ini ditambah dengan turbo sehingga menjadi tambah kencang. 

Mesin 4G63T memiliki 4 silinder berkapasitas 2.000cc dengan Turbo. Meski identik dengan Mitsubishi Lancer Evolution, faktanya mesin ini sudah duluan terkenal digunakan pada Mitsubishi Galant VR-4 hanya saja tidak se-ikonik Lancer Evolution.

Selain Galant VR-4, mesin 4G63T juga pernah digunakan pada Mitsubishi Eclipse sebelum menjadi jantung andalan Lancer Evolution. Mesin 4G63T menjadi ikonik dengan Lancer Evolution karena menjadi jantung pacu mulai dari Lancer Evolution I-IX.

Mesin 4G63T terus digunakan pada Lancer Evolution dari Evo I-IX karena mesinnya sudah sangat bagus dan kuat. Selain itu mesin ini juga sangat cocok dengan Lancer Evolution.

Performa


Lancer Evolution VI Tommi Makinen Edition
sumber : evo.co.uk

Pada Lancer Evolution I mesin 4G63T mampu menghasilkan 247 HP. Mesin tersebut terbukti kuat dan sangat cocok dengan Lancer Evolution.

Sebagai bukti mesin yang tertanam di Lancer Evolution ini mampu menjadi juara World Rally Championship (WRC) sebanyak 4 kali berturut-turut (1996-1999) yang mana drivernya kala itu Tommi Makinen.

Saking tangguh dan bagusnya mesin ini dari tahun 1992-2007 Mesin 4G63T basenya tetap sama hanya dibutuhkan beberapa penyesuaian saja. Teknologi MIVEC andalan Mitsubishi pun baru digunakan pada mesin 4G63T Lancer Evolution IX.

Tenaga mesin ini dari pabrikan adalah sebesar 240-280 HP tergantung generasinya. Namun, bila dimodifikasi mesin ini sanggup memiliki tenaga lebih dari 1.000 HP.
Meski mesin ini kencang dan tangguh, namun tak menutup kemungkinan bahwa mesin ini juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah bobotnya yang lebih berat dibandingkan mesin 4 silinder alumunium biasa. Selain itu valvetrainnya bisa rusak jika menggunakan ground camshaft yang tidak tepat.

Durabilitas



Mesin 4G63T juga terkenal memiliki durabilitas yang sangat tinggi. Terbukti mesin ini mampu menahan tenaga lebih dari 1.000 HP. Hebatnya lagi mesin ini hanya berkapasitas 2.000cc dan memiliki 4 silinder saja.

Mesin 4G63T bisa memiliki durabilitas yang sangat tinggi karena menggunakan Iron Block,  Forged Steel Crankshaft, Cast Alumunium Piston. Selain itu mesin ini juga menggunakan High Flowing Alumunium Head dan Dua Balance Shaft. 

Penutup

Nah, itu tadi pengenalan mengenai mesin 4G63T yang legendaris dari Mitsubishi. Mesin termasuk mesin favorit bagi yang mencintai kecepatan. Selain itu support produk aftermarket yang tersedia juga masih banyak. Sehingga memudahkan kalian untuk melakukan modifikasi. Mesin ini juga termasuk mesin favorit penulis. Jadi, apakah mesin 4G63T termasuk favorit kalian juga?

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Tuesday, July 28, 2020

Mengenal Mesin 2JZ, Mesin Favorit Para Penggila Kecepatan

Mengenal Mesin 2JZ, Mesin Favorit Para Penggila Kecepatan

Supra Mk. IV A80
sumber : motortrend.com

Bila kalian pernah menonton film "The Fast and The Furious" pastinya tidak asing dengan mobil Toyota Supra Mk. IV (A80) yang dipakai oleh Brian O'Conner. Pada film tersebut Toyota Supra Mk. IV (A80) sangat-sangat kencang sampai bisa mengasapi Ferrari. Nah, pertanyaannya apakah itu hanya karena di "film" atau Toyota Supra Mk. IV (A80) memang benar-benar kencang?

Jawabannya adalah YA, Toyota Supra Mk. IV (A80) memang sebuah mobil yang spesial karena yang menjadi  jantungnya adalah sebuah mesin yang juga spesial. Mesin apakah yang menjadi jantung dibalik super kencangnya Toyota Supra Mk. IV (A80)?

Dia adalah Mesin 2JZ dari Toyota. Sebuah mesin spesial yang mana sangat populer di dunia terlebih bagi para penggila kecepatan. Nah, apakah yang membuat mesin ini menjadi spesial? Apa karena tenaganya yang besar atau banyak hal lain yang membuatnya menjadi spesial?

Yuk, kita bahas mesin 2JZ dari Toyota lebih lanjut karena banyak hal menarik yang membuatnya spesial.

Mengenal 2JZ Mesin Favorit Para Penggila Kecepatan


Sejarah


Mesin 2JZ-GTE
sumber : motortrend.com

Pada awal tahun 1990-an industri otomotif Jepang memang lagi jaya-jayanya. Oleh karena itu banyak mobil Jepang yang diproduksi pada era tersebut, kemudian menjadi sebuah ikon otomotif.

Hal itu tidak terlepas dari desain mobilnya yang unik dan keren bahkan tidak kalah dengan desain mobil zaman sekarang. Selain desain yang bagus mesin yang menjadi jantung mobil-mobilnya pun spesial. Nah, salah satu mesin yang spesial tersebut adalah mesin 2JZ dari Toyota.

Mesin 2JZ diproduksi dari tahun 1991 sampai dengan 2007 memiliki layout inline 6 silinder dengan kapasitas 3.000 cc. Mesin 2JZ merupakan pengembangan dari pendahulunya yaitu 1JZ berkapasitas 2.500cc yang menjadi jantung Toyota Chaser dan Supra Mk. III (A70).
Ketika berbicara mengenai mesin 2JZ pasti yang terbayang adalah mobil Toyota Supra Mk. IV (A80). Padahal 2JZ pertama kali digunakan di Toyota Aristo dan mobil-mobil Toyota lainnya. Mesin 2JZ memiliki 3 varian yaitu 2JZ-GE, 2JZ-GTE dan 2JZ-FSE. Mesin 2JZ sering menjadi andalan para pembalap karena memiliki tenaga yang besar dan durabilitas yang tinggi. Sehingga cocok untuk balapan drag race, drifting, Pikes Peak hingga Le Mans 24 hours.

Tidak hanya karena tenaga yang besar dan durabilitasnya yang tinggi. Tetapi juga karena harganya yang relatif lebih murah dibanding mesin lain di kelasnya. Selain itu komponen racingnya pun masih mudah untuk ditemukan. Sehingga tidak mengherankan 2JZ lebih populer dibanding mesin ikonik dari Jepang lainnya seperti RB26DETT, SR20DET, 13B, F20 dan 4G63T.

Performa


Supra A80 Drifting
sumber : pixabay.com

Mesin 2JZ memiliki performa yang luar biasa. 2JZ mampu menyemburkan tenaga sebesar 800 HP untuk varian Turbo dan itupun mesinnya masih stock. Ingat ya! tenaga segitu posisi mesin masih stock lho.

2JZ-GE

Mesin 2JZ-GE merupakan versi standar dari lini mesin 2JZ yang dapat menghasilkan tenaga 215–230 HP pada 5800-6000 RPM dan torsi 283–298 Nm pada 4800-5800 RPM. Silinder blok 2JZ-GE terbuat dari cast-iron dan head dari alumunium.

Mesin 2JZ-GE menggunakan Sequential Electronic Fuel Injection dan memiliki 4 katup per silinder. Pada tahun 1997 teknologi VVT-i diaplikasikan ke semua lini mesin 2JZ, namun terdapat kekurangan pada varian 2JZ-GE yakni pada connecting rods-nya yang lebih lemah.

Mobil Toyota yang menggunakan mesin 2JZ-GE antara lain adalah Toyota Aristo, Toyota Altezza AS300, Toyota Chaser, Lexus IS300, Toyota Supra, Toyota Crown, Toyota Mark II, Toyota Soarer dan lain-lain.

2JZ-GTE

Mesin 2JZ-GTE adalah varian 2JZ yang memiliki tenaga paling besar dan menjadi favorit banyak orang di antara varian 2JZ lainnya. 2JZ-GTE dapat menghasilkan tenaga 320HP. 2JZ-GTE dibuat untuk melawan RB26DETT yang sukses besar sejak awal perilisannya. 

Terdapat "Gentleman's Agreement" sehingga Toyota mengklaim bahwa 2JZ-GTE hanya menghasilkan 280HP, padahal sejatinya mampu menghasilkan 320HP.

2JZ-GTE dapat menghasilkan torsi sebesar 427 Nm. Akselerasinya pun sangat mengagumkan 0-100 km/h dapat dicapai di bawah 5 detik hanya dengan kondisi mesin stock pabrikan.

Mesin 2JZ-GTE juga memiliki versi export yang mana memiliki tenaga lebih besar dari versi Jepang. Hal tersebut dikarenakan turbocharger baru yang terbuat dari stainless steel, camshaft baru serta injector yang lebih besar. Sedangkan pada versi Jepang turbochargernya berbahan keramik. Dan debit Injectornya pun lebih sedikit yakni 450cc/menit dibanding versi export yang debit injectornya 550cc/menit.
Twin-Turbo 2JZ-GTE bekerja secara sequential yang artinya turbo tekanan rendah akan bekerja di putaran bawah. Sedangkan saat putaran tinggi maka akan memakai boost yang lebih tinggi.

Pada dasarnya 2JZ-GTE menggunakan 2JZ-GE sebagai basis. Engine block, connecting rod dan crankshaft nya sama. Hanya saja yang membedakannya adalah pada penggunaan sequential twin turbochargers dan air-to-air side-mounted intercoolernya.

2JZ-FSE

Terakhir adalah varian 2JZ-FSE yang juga berkapasitas 3.000cc dan sudah menggunakan direct injection. Sistem injeksi tersebut sama dengan pendahulunya yaitu mesin 1JZ-FSE, hanya saja rasio kompresi yang dihasilkan lebih tinggi yakni 11,3:1.

Tenaga yang dihasilkan pun sama seperti 2JZ-GE yang sudah menggunakan teknologi VVT-i yaitu sebesar 217 HP dan torsi sebesar 294Nm. Mesin 2JZ-FSE selalu digunakan pada mobil yang bertransmisi otomatis sebagai contoh Toyota Crown, Toyota Progres dan lain-lain.

Durabilitas


2JZ-GTE Al Anabi Performance
sumber : fullboost.com.au

Daya tahan mesin 2JZ sungguh luar biasa sampai ada yang menyebutnya sebagai mesin "badak" hingga "anti peluru". Sebutan itu bukanlah isapan jempol semata. Blok mesin terutama varian 2JZ-GTE sangat solid dan tidak sembarangan buat. Materialnya sangat tebal sehingga mampu menahan besarnya tenaga hingga 2.000 HP!!!

Selain blok mesin yang super kuat, crankshaft dan main bearing 2JZ-GTE juga sangat tinggi durabilitasnya. Desain bukaan katup dan pistonnya menggunakan sistem no-interference yang mana apabila timing belt putus maka mesin tidak akan rusak. Timing belt 2JZ-GTE sendiri pun tidak akan slip selama dilakukan penggantian secara berkala. 

Terdapat mekanisme penyemprot oli dari dinding silinder yang bekerja pada RPM tinggi untuk mendinginkan piston. Mekanisme ini menjaga mesin tetap awet meski sering dipaksa menyentuh redline. Untuk mendukung mekanisme tersebut pompa oli dan sistem pendingin bawaan pabrik saja mampu menahan tenaga sebesar 1.000 HP lho.

Meski Toyota merekomendasikan tenaga maksimal dari 2JZ-GTE adalah 320 HP. Namun, tanpa perlu mengutak-atik mesin, 2JZ-GTE mampu menyemburkan tenaga hingga 800 HP dan mesin tidak rentan jebol. Lebih gilanya lagi di Qatar terdapat Supra milik Al Anabi Performance yang bermesin 2JZ-GTE mampu menghasilkan tenaga 2.000 HP!!! dan yang hebatnya lagi mesin tersebut tidak jebol!!!

Untuk mendapatkan tenaga 2.000 HP dibutuhkan banyak perubahan besar pada mesin seperti camshaft yang lebih besar, port and polish, pompa bahan bakar yang lebih kuat dan lain-lain. Selain itu Al Anabi Performance menggunakan turbo raksasa sebesar 98mm dengan tekanan 5.8 Bar.

Penutup

Nah, begitulah kira-kira kenapa mesin 2JZ menjadi favorit. Tenaga besar dan durabilitas yang sangat tinggi tentunya sebuah kombinasi yang diinginkan setiap penggila kecepatan. Sungguh tidak mengherankan jika hingga sekarang mesin 2JZ tetap populer dan diminati meski sudah ada dari tahun 1991. mesin 2JZ merupakan rival dan termasuk jajaran mesin dari Jepang yang legendaris dan populer seperti mesin Nissan RB26DETT yang sama-sama banyak diminati. Setelah mengenal mesin 2JZ apakah kalian tertarik untuk melakukan swap engine?

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Sunday, June 28, 2020

Inilah Cara Tepat Mengendalikan Mobil Saat Pecah Ban

Inilah Cara Tepat Mengendalikan Mobil Saat Pecah Ban

Inilah Cara Tepat Mengendalikan Mobil Saat Pecah Ban
Photo by Sebastian Huxley on Unsplash

Berkendara dengan mobil kesayangan atau orang yang dicintai tentu saja menyenangkan. Namun, dalam berkendara di jalan risiko terjadinya sebuah kecelakan selalui mengintai. Baik itu karena kelalaian kita atau karena pengendara lain. Nah, salah satu penyebab kecelakaan di jalan adalah pecah ban.

Banyak faktor yang menyebabkan pecah ban. Oleh karena itu sebelum berkendara sebaiknya di cek dulu kondisi mobil mulai dari kondisi mesin hingga ban. Nah, jika ban mobil terlanjur pecah apakah yang harus kita lakukan?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut penulis memberikan beberapa tips. Patut diingat tips ini tidak menjamin risiko kecelakaan hilang 100%. Setidaknya tips ini mampu meminimalisir risiko kecelakaan dan seandainya kecelakaan pun tingkat kerusakannya tidak terlalu parah. Nah, kalau begitu langsung saja kita simak tipsnya di bawah ini.

Inilah Cara Tepat Mengendalikan Mobil Saat Pecah Ban


Bersikap dan Berpikir Tenang


Bersikap dan Berpikir Tenang
Photo by A. L. on Unsplash

Sikap tenang adalah hal yang paling mendasar dan sangat utama. Karena dengan bersikap tenang kalian dapat berpikir jernih dan mengambil keputusan yang tepat. Selain itu juga bisa menjaga fokus kalian jika bersikap tenang.

Mengendalikan Kecepatan



Caranya adalah lepaskan kaki dari menginjak pedal gas secara perlahan. Jangan melepas gas dengan cepat karena bisa membuat mobil melintir.

Jangan gunakan rem untuk membantu mengurangi kecepatan karena bisa membuat mobil melintir. Salah satu cara yang aman adalah memanfaatkan engine brake. Turunkan gigi secara bertahap dan  lakukan engine brake dengan halus.

Mengendalikan Setir


Mengendalikan Setir
Photo by nichiiro on Unsplash

Sembari mengendalikan laju mobil, kalian juga harus mengendalikan setir mobil. Biasanya setir akan condong berat ke arah ban yang pecah misalnya ke kanan bila yang pecah ban kanan dan sebaliknya.

Agar mobil tetap stabil maka perlu dilakukan counter steering. Apabila mobil condong ke kanan karena pecah ban sebelah kanan, maka balas dengan mengarahkan setir ke kiri dan sebaliknya. 

Pastikan kalian menggenggam setir mobil dengan baik. Karena bila terjadi slip saat memegang setir bisa bahaya.

Jaga Keseimbangan


Jaga Keseimbangan
Photo by Indira Tjokorda on Unsplash

Kalian harus seimbang apabila terjadi pecah ban. Seimbang yang dimaksud disini adalah menjaga ketenangan, mampu mengendalikan kecepatan dan juga setir.

Jika kalian bisa mengendalikan semuanya nyalakan sein kiri untuk memberi tanda bahwa kalian ingin menepi. Setelah mobil sudah menepi dan benar-benar berhenti, segera nyalakan lampu hazard dan memasang segitiga pengaman.

Kemudian, ganti ban yang pecah dengan ban serep. Jika ban yang pecah lebih dari satu atau tidak tahu cara mengganti ban kalian bisa langsung menelpon bengkel atau jasa towing mobil.

Penutup

Baiklah, itu tadi cara yang tepat untuk mengendalikan mobil saat pecah ban. Ingat selalu cek kondisi mobil sebelum bepergian agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Saturday, June 20, 2020

3 Cara Pembuatan Velg Mobil Yang Perlu Kalian Ketahui

3 Cara Pembuatan Velg Mobil Yang Perlu Kalian Ketahui

Subaru Impreza WRX STI Blobeye
photo by Geovic Jadol on Unsplash

Velg merupakan salah satu komponen mobil yang sangat krusial. Velg menjadi tempat atau dudukan bagi ban agar mobil bisa berjalan. Tanpanya mobil kalian tidak akan bisa berjalan meski memiliki mesin super kencang sekalipun.

Selain itu velg juga dapat membuat mobil kalian bertambah keren. Perlu kalian perhatikan jika ingin mengganti velg mobil. Jangan hanya berpatokan pada keren semata. Perhatikanlah juga kualitas velg yang bisa kalian lihat dari cara pembuatannya.

Pertama, kalian harus memastikan mobil kalian akan digunakan untuk apa terlebih dahulu. Apakah untuk harian yang melewati jalan mulus, untuk balapan atau untuk melewati medan-medan yang berat dan rusak. Karena tidak mungkin velg biasa digunakan untuk medan berat atau balapan.

Nah, untuk mengetahui velg mana yang perlu kalian gunakan. Yuk, disimak tiga cara pembuatan velg mobil di bawah ini beserta kelebihan dan kekurangannya.

3 Cara Pembuatan Velg Mobil Yang Perlu Kalian Ketahui


Casting


Pembuatan Velg Casting
sumber : turnology.com

Proses Casting adalah pembuatan velg yang dimulai dari material yang dipanaskan hingga meleleh. Kemudian, lelehan tersebut dituang ke dalam cetakan velg dengan bantuan vakum. Setelah cetakan dingin, selanjutnya dilakukan proses finishing seperti mengikis bagian velg agar menjadi rapi.

Proses Casting juga merupakan proses pembuatan velg yang paling cepat dan murah. Namun, kualitasnya tidak terlalu bagus yang mana velg jenis ini mudah mengalami retakan. Untuk meminimalisir retakan biasanya pabrikan menambahkan lebih banyak campuran material, sehingga bobot velg semakin berat. Proses casting memiliki dua metode, yaitu gravity casting dan low presure casting.

Gravity Casting

Gravity casting merupakan metode paling mudah. Prosesnya dilakukan dengan menuangkan material yang sudah dilelehkan ke dalam cetakan dengan memanfaatkan gravitasi. Keuntungan gravity casting yaitu ongkos produksi yang murah dan waktu pembuatan yang singkat.

Low Pressure Casting

Low pressure casting adalah metode yang dilakukan dengan cara menuangkan material yang sudah dilelehkan ke dalam cetakan menggunakan alat yang menghasilkan low pressure.

Keuntungan low pressure casting adalah tingkat kepadatan yang lebih baik daripada gravity casting dan juga bobot velgnya lebih ringan. Waktu pembuatan pun lebih singkat, namun biaya produksinya sedikit lebih mahal.

Flow Form


Pembuatan Velg Flow Form
sumber : turnology.com

Flow Form adalah proses pembuatan velg yang merupakan pengembangan dari low pressure casting dan mirip seperti metode forging hanya saja biayanya lebih murah. Tujuan dari Flow Form adalah membuat velg menjadi seringan mungkin.

Pada awalnya proses pembuatan velg dengan cara Flow Form mirip seperti casting. Dimulai dari proses casting atau mencetak untuk menentukan desain velg. Setelah itu velg diputar menggunakan "Spinning Disc" untuk membentuk lebar velg dan mendapatkan bentuk akhir. Selanjutnya adalah proses finishing agar velg menjadi rapi dan menarik.
baca juga : Car Engineering - Mengenal Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya
Velg flow form memiliki bobot yang ringan serta kuat dibandingkan proses casting. Hal ini dikarenakan susunan material lebih rapat dan padat. Offset yang dimilikinya pun lebih bervariatif. Velg tipe ini cocok untuk balapan bagi mobil yang bobotnya ringan.

Kekurangan velg tipe ini adalah bagian tengahnya yang masih menggunakan proses casting. Sehingga, masih adanya kemungkinan retak atau kerusakan di bagian tengah. Meski memiliki kualitas yang lebih bagus, namun produsen lebih memilih velg casting untuk menekan biaya produksi dan efisiensi waktu.

Forging


Velg Forged
sumber : turnology.com

Forging adalah proses pembuatan velg dengan memadatkan alumunium solid dengan penekanan yang ekstrem. Teknologi yang digunakan selama proses pembuatan pun menggunakan metode paling mutakhir.

Bahan yang digunakan adalah alumunium 6061 lalu bahan tersebut ditempa (memukul besi dengan kepanasan yang tinggi). Tidak seperti metode pembuatan velg lainnya, metode forging langsung menggunakan material padat yang ditempa. Materi yang digunakan pun hanya 30-35 persen karena tidak banyak campuran, sehingga hasilnya ringan dan kuat.

Velg Forging adalah yang jenis velg terbaik karena memiliki bobot yang sangat ringan dan durabilitas yang tinggi. Namun proses pembuatannya rumit dan lama, selain itu material yang dipakai juga kuat sehingga harganya mahal.

Penutup

Baiklah, itu tadi tiga cara pembuatan velg mobil. Patut diingat bagi kalian yang ingin mengganti velg mobil jangan hanya asal keren saja. Perhatikan juga medan yang kalian lalui serta peruntukan mobilnya, untuk harian atau balapan. Karena penggunaan velg yang salah justru berbahaya dan merugikan kalian sendiri.

Terima kasih sudah berkunjung 😁

Thursday, May 7, 2020

Car Engineering - Penjelasan Singkat Berbagai Macam Satuan Ukur Tenaga Mesin Mobil

Car Engineering - Penjelasan Singkat Berbagai Macam Satuan Ukur Tenaga Mesin Mobil

Car Engineering - Penjelasan Singkat Berbagai Macam Satuan Ukur Tenaga Mesin Mobil
sumber : themotorhood.com

Pernahkah kalian membaca majalah otomotif atau brosur mobil yang terdapat spesifikasi mobil di dalamnya. Pastinya pada spesifikasi tenaga mesin kalian menemukan satuan ukur contohnya seperti 104 HP atau 105 PS@6000 RPM. Mungkin kalian masih bingung apa itu HP atau PS dan apa perbedaannya?

Untuk kalian ketahui bahwa satuan ukur tenaga mesin mobil tidak hanya HP atau PS tetapi masih ada lainnya. Nah, oleh karena itu kali ini penulis akan menjelaskan secara singkat mengenai berbagai macam satuan ukur tenaga mesin mobil di bawah ini.

Penjelasan Singkat Berbagai Macam Satuan Ukur Tenaga Mesin Mobil


HP (Horsepower)


Mitsubishi Lancer Evolution IX
sumber : hagerty.com

HP merupakan singkatan dari Horsepower yang mana merupakan satuan ukur yang menggambarkan kinerja sebuah mesin yang sudah digunakan sejak lama. Satuan ukur tersebut diberi nama Horsepower oleh seorang ilmuwan Skotlandia bernama James Watt. Mengapa diberi nama Horsepower? karena pada zaman dulu atau akhir tahun 1700-an mesin uap sudah mulai banyak digunakan yang mana sebelumnya masih mengandalkan tenaga kuda. Oleh karena itu untuk mengetahui tenaga sebuah mesin uap adalah dengan membandingkannya dengan tarikan seekor kuda.

Untuk penghitungannya sebagai contoh 1 Horsepower sama dengan 33.000 kaki-pounds per menit. Sebagai gambaran 1 Horsepower adalah jika seekor kuda mengangkat beban 33.000 pounds sejauh satu kaki dalam satu menit atau 550 pounds per detik. Hasil penghitungan Horsepower pada zaman dulu masih sangat relatif, oleh karena itu hasil dari penghitungan dengan hasil di lapangan kerap berbeda.

Kemudian, penggunaan Horsepower pada tenaga mesin mobil adalah berdasarkan tenaga sebuah mesin yang telah disalurkan ke ban. Namun, penghitungan seperti ini tidak menggambarkan tenaga asli dari sebuah mesin mobil tersebut. Dikarenakan adanya power loss dari bobot mobil, penumpang, gesekan ban, gearbox transmission dan lain-lain.

BHP (Brake Horsepower)


Toyota Camry
sumber : blog.toyota.co.uk

BHP merupakan singkatan dari Brake Horsepower, ingat ya bukan British Horsepower. Satuan BHP disebut Brake Horsepower karena alat pengukurnya yaitu dynamometer tidak hanya mengetes tenaga mesin saja. Tetapi juga pada rem yang diaplikasikan pada crankshaft untuk mengukur torsi di sekian RPM.

Tidak seperti satuan mesin lainnya yang melakukan penghitungan dari putaran roda. Brake Horsepower mengukur langsung di crankshaft, sehingga tidak ada power loss saat pengukuran yang diakibatkan gesekan ban, gearbox transmission, bobot mobil dan penumpang. Jadi, bisa dibilang satuan ukur paling akurat dalam menghitung tenaga asli sebuah mesin adalah Brake Horsepower.

kW (Kilowatt)


Toyota Prius Prime
sumber : extremetech.com


kW adalah singkatan dari Kilowatt dan satuan ukur ini jarang digunakan untuk mengukur tenaga sebuah mesin mobil. Sejauh ini negara yang terkenal menggunakan satuan Kilowatt untuk mengukur tenaga mesin mobil adalah Afrika Selatan dan Australia. Saat ini satuan Kilowatt lebih sering digunakan untuk mengukur tenaga mesin mobil hybrid.

Sejatinya satuan Kilowatt adalah satuan ukur untuk besaran tenaga yang disepakati secara internasional. Namun, jarang digunakan karena sejak lama satuan tenaga mobil yang sering digunakan adalah Horsepower atau Brake Horsepower. Selain itu konversi Horsepower ke Kilowatt membuat angkanya terlihat kecil sebagai contoh 300 Horsepower menjadi 223 Kilowatt, sehingga membuat orang awam merasa tenaga mobilnya biasa saja. Sebagai informasi 1 Horsepower sama dengan 0,746 Kilowatt.
baca juga : Mengenal Nissan Skyline GT-R Nismo 400R, Mobil Lini Skyline Paling Langka di Dunia

DK (Daya Kuda)


DK adalah singkatan dari Daya Kuda, satuan ukur DK sama persis penghitungannya dengan Horsepower. Bisa dibilang Daya Kuda adalah nama lain dari Horsepower hanya saja menggunakan bahasa Indonesia.

PS (Pferdestarke)


BMW E30
sumber : id.wikipedia.org

PS adalah singkatan dari Pferdestarke yang artinya tenaga kuda dalam bahasa Jerman. Meski memiliki arti yang sama bukan berarti penghitungan Pferdestarke sama dengan Horsepower. Penghitungan Pferdestarke berbeda dengan Horsepower, sehingga hasilnya pun berbeda walau hanya sedikit.

Dalam konversi satuan nilai Pferdestarke sedikit lebih tinggi daripada satuan ukur lainnya seperti Horsepower dan Kilowatt. Sebagai contoh 1 PS = 0,9863 HP dan 1 PS = 0,7354 kW. Satuan ukur Pferdestarke sering digunakan di Indonesia dan Jepang.

PK (Paardenkracht)


PK merupakan kepanjangan dari Paardenkracht yang artinya juga tenaga kuda dalam bahasa Belanda. Nah, Jika Daya Kuda sama dalam hal penghitungan dengan Horsepower kali ini Paardenkracht sama penghitungannya dengan Pferdestarke. Paardenkracht pun hanya digunakan di negara asalnya yaitu Belanda.

Penutup

Nah, itu tadi berbagai macam satuan ukur tenaga mesin mobil. Semoga saja penjelasan yang singkat ini dapat kalian mengerti dan menambah wawasan kalian.

Terima kasih sudah berkunjung 😁